Sayangnya, banyak orang ingin tahu cara memasang keramik sendiri tapi takut hasilnya berantakan. Padahal, memanggil tukang untuk memasang keramik bisa menambah biaya renovasi cukup besar. Selain itu, banyak pemula bingung mulai dari mana saat pertama kali mencoba. Apalagi, hasil yang tidak rapi bisa membuat lantai bergelombang dan nat berantakan. Bahkan, dengan alat yang tepat, pemasangan keramik bisa jadi kegiatan yang menyenangkan. Terlebih lagi, banyak tutorial online membuat orang makin percaya diri mencoba sendiri. Oleh karena itu, artikel ini akan mengulas langkah memasang keramik lantai sendiri untuk pemula. Dengan begitu, Anda bisa memasang keramik sendiri dengan hasil rapi dan memuaskan.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan Sebelum Memasang Keramik
Sebelum mulai, siapkan dulu semua alat dan bahan agar proses pemasangan berjalan lancar. Pertama, Anda membutuhkan keramik sesuai jumlah dan motif kesukaan Anda. Kedua, siapkan semen instan atau campuran semen dan pasir sebagai perekat. Ketiga, gunakan cetok bergerigi untuk meratakan adonan perekat di lantai. Selain itu, palu karet berguna untuk mengetuk keramik agar menempel sempurna. Jangan lupa, siapkan juga waterpass untuk mengecek kerataan permukaan keramik. Berikutnya, Anda juga butuh benang dan patok kayu sebagai panduan garis lurus. Selain itu, spacer plastik membantu menjaga jarak nat tetap seragam. Terakhir, siapkan alat potong keramik untuk bagian sudut atau tepi ruangan. Sebagai tambahan, sarung tangan dan kacamata pelindung juga penting untuk menjaga keselamatan Anda. Selain itu, siapkan juga ember besar untuk mengaduk adonan semen dalam jumlah banyak.
Cara Memasang Keramik Lantai dari Awal Sampai Selesai
Berikut ini langkah lengkap yang bisa Anda ikuti untuk memasang keramik lantai.
1. Menentukan Titik Awal Pasang Keramik
Pertama, tentukan titik awal pemasangan, biasanya dari sudut ruangan yang paling terlihat. Sebagai alternatif, Anda juga bisa mulai dari tengah ruangan agar hasilnya simetris. Selain itu, pastikan titik awal ini sejajar dengan pintu masuk ruangan. Sebenarnya, cara ini penting supaya keramik utuh terlihat langsung saat orang memasuki ruangan. Dengan begitu, potongan keramik di ujung ruangan akan terlihat lebih rapi.
2. Menarik Benang sebagai Panduan Kerataan
Selanjutnya, pasang patok kayu di beberapa sudut ruangan sesuai tinggi keramik yang Anda tentukan. Kemudian, rentangkan benang dari satu patok ke patok lainnya secara horizontal. Selain itu, benang ini berfungsi sebagai acuan supaya permukaan keramik tetap rata dan lurus. Jadi, setiap keping keramik yang Anda pasang harus sejajar dengan garis benang.
3. Langkah Memasang Keramik Satu per Satu
-
Aduk semen instan dengan air hingga teksturnya seperti pasta kental.
-
Aplikasikan adonan ke lantai menggunakan cetok bergerigi secara merata.
-
Letakkan keramik di atas adonan sambil mengikuti garis benang sebagai panduan.
-
Ketuk perlahan permukaan keramik dengan palu karet agar menempel sempurna.
-
Pasang spacer di setiap sisi keramik agar jarak nat tetap seragam.
-
Cek kerataan permukaan dengan waterpass setiap kali Anda memasang beberapa keping.
-
Ulangi langkah ini hingga keramik menutupi seluruh area lantai yang Anda kerjakan.
-
Potong keramik menggunakan alat potong khusus untuk sudut atau tepi ruangan yang tidak pas.
-
Setelah adonan mengering sekitar 24 jam, isi celah antar keramik dengan nat.
-
Bersihkan sisa nat menggunakan spons basah agar permukaan keramik bersih mengkilap.
Bagaimana Cara Memasang Keramik di Lantai yang Sudah Diplester?
Tentu bisa, asalkan permukaan plester sudah rata, kering, dan bebas dari retakan. Sebelum memasang keramik, bersihkan dulu permukaan dari debu dan kotoran yang menempel. Selain itu, pastikan plester sudah benar-benar kering minimal selama beberapa hari. Jika permukaan plester tidak rata, sebaiknya Anda perbaiki dulu bagian yang bergelombang. Dengan begitu, keramik bisa menempel sempurna tanpa risiko lepas di kemudian hari. Sebaliknya, jika plester masih basah atau retak, keramik berisiko cepat rusak dan lepas. Karena itu, sebaiknya Anda tunggu proses pengeringan plester selesai sebelum melanjutkan pemasangan.
Tips Memasang Keramik agar Hasilnya Rapi dan Tidak Bergelombang
Selain mengikuti langkah di atas, ada beberapa tips tambahan agar hasil pemasangan maksimal. Pertama, gunakan adonan perekat dengan kekentalan pas, tidak terlalu encer atau kental. Kedua, jangan terburu-buru saat memasang, sebab ketelitian sangat memengaruhi hasil akhir. Selain itu, cek kerataan secara berkala menggunakan waterpass setiap beberapa keping. Ketiga, gunakan spacer dengan ukuran seragam agar nat terlihat rapi dan konsisten. Terakhir, biarkan keramik mengering sempurna sebelum Anda menginjak atau membebaninya dengan benda berat. Selain itu, prinsip yang sama juga berlaku untuk keramik dinding maupun ukuran 60×60 dan 40×40. Hanya saja, keramik dinding butuh perekat khusus agar tidak mudah melorot. Begitu pula untuk lantai beton, pastikan permukaannya sudah rata sebelum Anda memasang keramik.
Baca Juga: Rekomendasi Distributor Keramik di Surabaya Paling Murah
Jika Anda butuh keramik berkualitas untuk proyek pemasangan sendiri, segera pesan di Toko Material Bojonegoro. Selain itu, tim kami siap membantu Anda memilih motif dan menghitung kebutuhan keramik. Untuk itu, hubungi kami sekarang juga agar proyek renovasi Anda berjalan lancar.
Kesimpulan
Singkatnya, cara memasang keramik sendiri sebenarnya tidak sesulit bayangan banyak orang. Dengan alat yang tepat dan langkah yang benar, hasilnya bisa serapi buatan tukang profesional. Selain itu, jangan lupa siapkan alat dan bahan berkualitas sebelum mulai bekerja. Jadi, jangan ragu mencoba memasang keramik sendiri untuk menghemat biaya renovasi. Selain hemat biaya, Anda juga jadi lebih paham kondisi lantai rumah sendiri. Dengan begitu, rumah Anda akan tampil lebih indah tanpa menguras kantong terlalu dalam.




