Banyak orang mengalami kecelakaan akibat lantai kamar mandi yang licin dan berbahaya. Padahal, cara memilih keramik kamar mandi yang tepat bisa mencegah risiko tersebut sejak awal. Selain itu, banyak orang hanya memperhatikan motif tanpa mempertimbangkan tingkat kekesatan keramik. Padahal, faktor keamanan seharusnya jadi pertimbangan utama, bukan sekadar tampilan visual semata. Apalagi, kamar mandi selalu basah sehingga risiko terpeleset jauh lebih tinggi dibanding ruangan lain. Bahkan, anak-anak dan lansia paling rentan mengalami cedera akibat lantai licin. Terlebih lagi, banyak kasus kecelakaan rumah tangga justru terjadi di area kamar mandi. Sayangnya lagi, banyak orang baru sadar pentingnya keramik anti licin setelah mengalami kejadian yang tidak mereka inginkan. Oleh karena itu, artikel ini akan mengulas tips memilih keramik kamar mandi agar tidak licin dan tetap estetis. Dengan begitu, Anda bisa mendesain kamar mandi yang aman dan nyaman setiap hari.
Cara Memilih Keramik Kamar Mandi agar Tidak Licin
Berikut ini beberapa cara efektif agar keramik kamar mandi Anda tidak licin.
1. Pilih Keramik Bertekstur atau Tidak Glossy
Pertama, pilih keramik dengan permukaan bertekstur atau doff, bukan yang mengkilap licin. Sebab, permukaan glossy cenderung lebih licin saat terkena air. Meski begitu, keramik doff tetap tersedia dalam berbagai motif menarik.
2. Perhatikan Tingkat Kekesatan atau Slip Resistance
Kedua, cek tingkat kekesatan atau slip resistance pada kemasan keramik sebelum membeli. Biasanya, keramik anti licin punya rating R9 hingga R13 sesuai standar keamanan. Semakin tinggi ratingnya, semakin aman keramik tersebut untuk area basah.
3. Gunakan Ukuran Keramik Lebih Kecil untuk Nat Lebih Banyak
Ketiga, gunakan ukuran keramik lebih kecil seperti 20×20 cm untuk area kamar mandi. Sebab, semakin banyak nat, semakin besar pula daya cengkeram kaki saat berjalan. Selain itu, keramik motif batu alam juga terkenal memiliki tekstur alami yang tidak licin.
Keempat, pertimbangkan juga keramik dengan permukaan bergelombang halus atau bermotif timbul. Motif timbul ini biasanya memberi grip tambahan tanpa mengurangi nilai estetika ruangan. Kelima, hindari memilih keramik hanya karena harganya murah tanpa mengecek spesifikasi anti licinnya. Pada akhirnya, kombinasi tekstur, rating kekesatan, dan ukuran yang tepat akan membuat kamar mandi jauh lebih aman.
Ciri-Ciri Keramik Kamar Mandi yang Bagus
Selain anti licin, keramik berkualitas punya beberapa ciri yang perlu Anda perhatikan. Pertama, permukaannya rata tanpa gelombang atau cekungan saat Anda meraba. Kedua, warna dan motif antar keping terlihat konsisten tanpa belang. Selain itu, ukurannya presisi sehingga nat antar keramik terlihat rapi dan seragam. Ketiga, ketuk keramik pelan-pelan dan dengarkan bunyinya sebelum membeli. Biasanya, bunyi nyaring menandakan kepadatan keramik yang baik. Sebaliknya, bunyi tumpul bisa jadi tanda kualitas kurang bagus. Selain itu, waspadai juga harga yang terlalu murah karena biasanya kualitasnya ikut rendah. Terakhir, pastikan keramik sudah bersertifikasi SNI agar kualitasnya terjamin. Selain itu, cek juga tingkat penyerapan air karena kamar mandi butuh keramik dengan penyerapan rendah. Idealnya, tingkat penyerapan air keramik kamar mandi berada di bawah 3 persen. Dengan begitu, Anda bisa lebih yakin membeli keramik yang tepat.
Apa Beda Keramik KW1, KW2, dan KW3?
Sebenarnya, KW1 adalah kualitas terbaik dengan warna, motif, dan ukuran paling presisi. Sementara itu, KW2 punya sedikit cacat seperti warna sedikit berbeda atau ukuran kurang presisi. Meski begitu, perbedaan ini biasanya tidak terlalu mencolok jika Anda melihatnya sekilas. Selain itu, KW3 biasanya punya cacat lebih banyak sehingga harganya jauh lebih murah. Untuk kamar mandi, sebaiknya Anda memilih KW1 agar hasil pemasangan lebih rapi. Selain kualitasnya terjaga, KW1 juga lebih mudah Anda pasang karena ukurannya presisi. Namun, KW2 masih bisa jadi pilihan jika budget Anda terbatas. Meski begitu, sebaiknya gunakan KW2 hanya untuk area tersembunyi seperti belakang kloset. Sebaiknya, hindari KW3 untuk area yang sering terlihat seperti kamar mandi utama. Meski begitu, Anda masih bisa mempertimbangkan KW3 untuk kamar mandi tambahan yang jarang orang gunakan. Dengan begitu, Anda tetap mendapatkan hasil akhir yang rapi dan tahan lama.
Tips Memilih Warna dan Ukuran Keramik Kamar Mandi
Selain anti licin, warna dan ukuran keramik juga memengaruhi kesan kamar mandi Anda.
1. Pilih Warna Terang agar Ruangan Terlihat Bersih
Pertama, pilih warna terang seperti putih atau krem agar kamar mandi terasa lebih luas. Selain itu, warna terang juga memudahkan Anda melihat kotoran yang menempel. Meski begitu, warna gelap juga punya kelebihan karena lebih menyamarkan noda membandel. Sebagai variasi, Anda juga bisa memadukan warna lantai gelap dengan dinding terang. Selain itu, kombinasi biru muda dan putih juga populer karena memberi kesan segar seperti laut.
2. Sesuaikan Ukuran Keramik Dinding dan Lantai
Kedua, gunakan ukuran lebih besar seperti 25×40 cm untuk dinding kamar mandi. Sementara itu, lantai sebaiknya pakai ukuran lebih kecil agar tidak licin. Perpaduan ini juga membuat kamar mandi terlihat lebih proporsional dan estetis. Selain itu, ukuran 25×40 cm juga memudahkan proses pemasangan di dinding yang sempit.
Ketiga, ikuti tren model keramik terbaru seperti motif batu alam atau marmer natural. Model ini kini banyak orang cari karena memberi kesan spa mewah di rumah. Selain itu, motif kayu juga makin populer untuk kamar mandi bergaya modern minimalis. Keempat, perhatikan juga pencahayaan ruangan karena warna keramik bisa terlihat berbeda tergantung cahaya. Oleh sebab itu, sebaiknya lihat langsung sampel keramik di lokasi sebelum membeli.
Berapa Dus Keramik yang Dibutuhkan untuk Kamar Mandi?
Sebagai contoh, untuk kamar mandi berukuran 3×4 meter, hitung dulu total luasnya. Ukuran ini sebenarnya sering orang tanyakan saat sedang merencanakan renovasi rumah. Jadi, luas kamar mandi tersebut adalah 12 meter persegi setelah Anda mengalikan panjang dan lebar. Selanjutnya, satu dus keramik 60×60 cm biasanya berisi 4 keping atau setara 1,44 meter persegi. Jadi, bagi luas ruangan dengan luas per dus untuk mendapatkan jumlah dus yang Anda perlukan. Dengan perhitungan ini, Anda memerlukan sekitar 9 dus keramik untuk kamar mandi tersebut. Jangan lupa, tambahkan cadangan 10 persen untuk mengantisipasi keramik pecah saat pemasangan. Dengan begitu, Anda tidak perlu bolak-balik membeli tambahan di tengah proses pengerjaan. Perhitungan serupa juga berlaku untuk ukuran keramik lain seperti 40×40 atau 30×30 cm. Untuk dinding, hitung luas dinding terlebih dahulu, lalu kurangi bagian pintu dan jendela.
Baca Juga: Jenis Keramik Lantai Rumah dan Cara Memilihnya
Jika Anda ingin keramik anti licin berkualitas untuk kamar mandi, segera pesan di Toko Material Bojonegoro. Selain itu, tim kami siap membantu Anda menghitung kebutuhan keramik sesuai luas ruangan. Bahkan, kami juga bisa membantu memilihkan warna dan motif yang sesuai konsep rumah Anda. Untuk itu, hubungi kami sekarang juga agar kamar mandi Anda lebih aman dan nyaman.
Kesimpulan
Singkatnya, cara memilih keramik kamar mandi yang tepat sangat penting untuk keamanan keluarga. Mulai dari tekstur, tingkat kekesatan, hingga ukuran, semua faktor saling memengaruhi. Selain itu, ciri-ciri keramik berkualitas juga perlu Anda cermati sebelum memutuskan membeli. Dengan memahami ciri-ciri keramik berkualitas, Anda bisa terhindar dari lantai licin dan berbahaya. Selain itu, jangan lupa sesuaikan juga warna dan ukuran dengan konsep kamar mandi Anda. Jadi, pastikan selalu memilih keramik anti licin sebelum memulai renovasi kamar mandi. Selain itu, jangan lupa sesuaikan juga grade keramik dengan budget yang Anda miliki. Terakhir, konsultasikan pilihan Anda dengan toko material terpercaya agar hasilnya maksimal. Dengan begitu, seluruh anggota keluarga bisa beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.




